Bukan Hanya Materi

21 Aug 2008

Tuna sathak bathi sanak, rugi harta untung persaudaraan. Peribahasa dalam budaya jawa yang begitu dalam maknanya, bukan hanya mengajarkan kita untuk tidak menilai sesuatu berdasar materi (uang) tapi lebih kepada semangat untuk mempererat tali persaudaraan.

(Dahulu) peribahasa ini menjadi kalimat yang sering menghiasi transaksi tawar menawar barang dagangan di pasar-pasar tradisional. Entah hanya sekedar basa basi
ato memang begitu keadaannya, para penjual berucap tuna sathak bathi sanak yang intinya mereka berani gak ambil untung besar, hanya balik modal ajah ato bahkan rugi sekalipun tapi yang penting laku dan bisa menambah sanak/ paseduluran ato persaudaraan.

Sebuah filosofi hidup yang bisa jadi mulai sirna di jaman seperti ini, dimana segala sesuatu dinilai dari untung rugi dan tak jauh-jauh dari materi. Apa-apa harus berdasar materi, kalo gak menguntungkan (secara materi tentunya) maka akan ditinggalkan. Bahkan saat ini materi mampu mengalahkan semangat persaudaraan ataupun persahabatan. Banyak contoh kasus gara-gara materi persahabatan bisa pudar, akibat persoalan materi persaudaraan dapat hancur.

Sudah saatnya kita duduk bersandar, ato membaringkan badan menata hati, menemukan kesalahan-kesalahan untuk tidak kita ulangi lagi. Serta menemukan kebenaran-kebenaran untuk kita perjuangkan kembali (hihihi :D yang ini terinspirasi dari albumnya Cak Nun). Materi itu penting, tapi jauh lebih penting lagi jalinan yang kuat tali persaudaraan.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive