Ahh… Nikmat ??

2 Sep 2008

Beberapa hari yang lalu aku sempat memberi “pelajaran” khusus pada istriku, entah benar apa nggak cara dan waktunya aku ngasih “pelajaran” tersebut tapi yang pasti aku ingin dia mau sedikit memahaminya. Bukan soal besar sebenernya, masalah kecil namun dari masalah kecil bila ada pembiaran, maka dia akan menjadi masalah besar.

Ceritanya begono, e.e..e begini, saat mau makan aku sudah ambil nasi duluan dengan perkiraan sisanya cukup untuk porsi istriku. Aku tau dia kalo makan emang sedikit makanya aku sisakan nasi yang sedikit juga (he he he, bukan berarti aku yang rakus :D ). Pas istriku ambil nasi, ternyata nasi yang tinggal sedikit itu masih disisakan lagi oleh dia. Langsung aja aku tegur dengan sindiran, “banyak orang yang susah untuk bisa makan nasi, kamu malah sisakan dan hanya akan dibuang”.Tidak sampai disitu, aku terusin dengan khotbahku selanjutnya, “bersyukur kita masih bisa makan nasi, diluar sana masih banyak orang yang gak bisa makan.”

Denger khotbahku gitu, istriku hanya tersenyum lalu ambil sisa nasi dan ditambahkan pada piringku, sambil berkata “ini biar tambah ndut”. Alhasil, porsi makanku-pun jadi porsi jumbo. Gak apa-apa, pikirku, dari pada hanya dibuang percuma. Habis itu akupun ambil tempat duduk dan tak lupa dengan teh angetnya.

Syukur emang gampang diucapkan, tapi sedikit dari kita yang bisa mewujudkan dan mengamalkannya dalam keseharian. Kita tidak tau, dimana Tuhan menaruh berkah-Nya dalam sebutir beras ato nasi. Bisa jadi berkah Tuhan itu terletak di nasi yang akan kita buang itu. So, kita harus pandai mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh-Nya, nikmat yang membawa berkah. Jangan kita malah mengingkari nikmat yang diberikan oleh-Nya.

Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan ??


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive