Buat Apa Mudik ?

6 Sep 2008

Mudik merupakan sebuah agenda pribadi seseorang yang ingin kembali ke akar budaya mereka, kembali ke kampung halaman. Mudik bisa jadi adalah sebuah ritual tahunan yang harus dilaksanakan oleh mereka yang rindu pada akar keluarga dan tanah air sesungguhnya. Kita rela melakukan apapun asal bisa mudik, asal bisa kembali ke kampung halaman dan bertemu dengan keluarga serta handaitaulan. Sungguh, sebuah kekuatan dari ikatan kekeluargaan yang maha dasyat.

Bisa juga mudik merupakan sebuah simbol dari sebuah perjuangan selama bulan ramadhan yang hasil akhirnya adalah manusia “kembali” ke fitri, kembali ke kesucian. Mudik memang tidak bisa dilepaskan dari ritual puasa ramadhan dan idul fitri. Di titik ini, manusia disadarkan bahwa mereka adalah manusia sosial, yang mempunyai asal usul, sekaligus diingatkan bahwa manusia nantinya juga akan “mudik” ke akhirat, kembali ke sang Khaliq.

Mudik bisa juga menyadarkan diri kita bahwa manusia bukanlah robot atau mesin yang terus menurus harus bekerja. Manusia memperlukan saat “jeda” untuk kembali menikmati keintiman bersama keluarga dan kampung halaman, bukan hanya bergelut dengan aktifitas dalam mengumpulkan materi. Kita memerlukan waktu untuk isitirahat sejenak dari kesibukan duniawi, dan mudik adalah salah satu waktu yang tepat untuk itu.

Kalau hanya ingin pulang dan bertemu keluarga kan bisa di laen waktu, gak harus pas lebaran gitu ?? Inilah bedanya, ada sebuah nilai tersendiri jika kita bisa pulang dan berkumpul bersama keluarga saat lebaran, dimana nilai kebersamaan saat lebaran ini tak bisa tergantikan di saat ato waktu yang lain. Sekali lagi, mudik tidak bisa dilepaskan dari puasa ramadhan dan idul fitri, disini mudik seolah sebuah paket satu kesatuan. Kalau masih ada yang bertanya, buat apa mudik?? maka tanyakan pada hati nurani anda. (saya tidak termasuk yang akan mudik, karena saya boleh dibilang tinggal di kampung halaman, he he he :D )


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive