Minta Dihargai

22 Sep 2008

Semua orang pasti ingin dirinya dihargai, karena pada dasarnya manusia itu adalah makhluk yang paling “berharga”. Bentuk penghargaan bisa beraneka macam, bisa menghormati yang tua, menyayangi yang muda, memanusiakan manusia dan masih banyak lagi. Siapapun ingin dihargai namun tidak semua bisa menghargai, itulah tabiat manusia.

Tabiat manusia yang demikian tentu saja bukan hal yang aneh, karena pada hakikatnya manusia itu suka menuntut tapi tidak suka kalo dituntut. Keinginan untuk dihargai sudah sewajarnya jika dibarengi juga dengan semangat untuk menghargai orang lain, begitulah seharusnya dan memang semestinya begitu. Tanpa ada imbal balik, tanpa ada saling menghargai maka yang timbul justru ketidakharmonisan.

Seorang temen saya, panggil saja si Fulan, pernah cerita kalo saat itu lagi dongkol tapi tidak sedongkol ikan tongkol (apa hubungannya ya ?? :D ). Ceritanya si Fulan ini dimintai bantuannya untuk mengerjakan suatu hal. Yang membuat Fulan ini dongkol bukan karena setelah membantu tidak diberi upah, namun tidak adanya penghargaan dari orang yang minta bantuan tersebut. “Ya bilang makasih kek…. ato apa” gerutu si Fulan. “Yang rada bikin tambah jengkel lagi, kok kayaknya bantuanku disepelekan banget gitu. Keliatannya percuma gitu, sia-sia”, sambung Fulan.

“Memang sih, bantuanku kalo diukur secara materi gak seberapa. Ya, mungkin karena gak seberapa itu tadi aku gak berhak dapat penghargaan… meski hanya sekedar kata-kata baik yang bisa membuatku berharga, membuat bantuanku itu tadi menjadi bernilai meski hanya secuil”, masih aja si Fulan ini ngomel. Habis tuntas ia berkeluh kesah, aku hanya bilang mungkin dia gak bermaksud seperti itu… gak bermaksud untuk tidak menghargai bantuan si Fulan. Aku malah sindir si Fulan, “berarti kamu tadi bantu dia gak ikhlas nih ?” kataku. Si Fulan hanya jawab,”ya ikhlas… tapi ini kan beda. Etikanya kan sebaiknya gitu”.

Demikianlah, jika tidak ada rasa untuk saling menghargai maka yang akan muncul adalah konflik, ketidakharmonisan dalam sebuah hubungan. Saya malah inget dengan sebuah doa yang sering di lantunkan seorang ustadz muda di kota saya.

“Ya Tuhan….. Sesungguhnya saya ingin lebih bisa menghargai daripada dihargai, lebih bisa memaafkan daripada dimaafkan, dan lebih bisa mencintai daripada dicintai.

karena dengan menghargai kita akan dihargai, dengan memaafkan kita akan dimaafkan dan dengan mencintai maka kita akan dicintai……”


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive