Lolos dari Razia

24 Oct 2008

Bisa jadi “teroris” akan terus menjadi berita utama minggu ini dan minggu depan. Setelah kasus pengungkapan jaringan teroris Kelapa Gading, masyarakat kembali disuguhi berita tentang pengumuman waktu eksekusi terpidana mati Bom Bali, Imam Samudera CS. Entah kenapa, kalo soal tema “teror” semua kalangan menjadi fokus termasuk media massa yang cukup interest untuk meliputnya, bahkan menjadi headline.

Dulu ada kejadian menimpaku yang berkaitan denga aksi teroris ini. Setelah tragedi Bom Bali I, aparat keamanan beberapa saat kemudian aktif melakukan razia untuk mengungkap dan menangkap jaringan teroris yang menjadi otak Bom Bali I tersebut. Razia besar-besaran-pun dilakukan demi menjaga stabilitas keamanan dan citra bangsa ini (konon katanya gitu).

Saat pulang dari kampus, ditengah perjalanan bus kota yang kutumpangi mendadak berhenti. Seorang anggota Polisi naik ke bus kota dan menginformasikan bahwa seluruh penumpang diminta turun berkenaan dengan razia Teroris Bom Bali. Ternyata di bawah sudah berjejer anggota kepolisian yang siap memeriksa. Tidak berapa lama kemudian penumpang diperiksa kartu identitas tak terkecuali barang bawaannya. Aparat polisi sungguh teliti dalam memeriksa tas dan barang bawaan…pokoknya mirip seperti razia narkoba. Setelah beberapa saat nunggu antrean untuk diperiksa, aku kok gak diperiksa-periksa.

Akupun menawarkan diri, “Pak… maaf, saya belum diperiksa… ini KTP saya dan ini tas saya“. Polisi didepanku kaget seraya memandangku. “Dari kuliah Mas”, tanya polisi itu dan tentu saja kujawab iya karena memang aku pulang kuliah. “Ya udah, naik ke bus aja langsung!”, minta sang Polisi padaku :D wekekekkeke…. Aneh, apa aku gak punya tampang teroris ya kok gak dicurigai gitu. Apa malah aku punya wajah yang jujur sehingga polisi itu begitu percaya padaku? (*ge er mode on)


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive