4 Tahun Lalu

26 Dec 2008

Kurang lebih 4 tahun yang lalu, tepatnya 26 Desember 2004 tanah Serambi Mekah dan pulau Nias terhempas oleh kekuatan super dasyat Tsunami. Ratusan ribu warga Aceh dan Nias menjadi korban tak berdaya. Renungan dan doa dzikir dilakukan untuk mengenang tragedi besar ini, tapi di sana… bukan di sini… bukan oleh diri kita.

Sebagian kita saat ini “terlena” oleh bahagia dan senangnya liburan panjang akhir taun, Natal, Tahun Baru Hijriyah dan Tahun Baru Masehi. Hari-hari terakhir ditahun 2008 ini diisi dengan penuh keceriaan dan kegembiraan bersama orang-orang tercinta. Tidak sepenuhnya salah apabila kita bersenang-senang dan bergembira dengan keluarga, teman, sahabat, karib dan lainnya. Tidak mungkin juga kita terus menerus meratapi kejadian yang mengerikan tersebut. Hidup terus berjalan, Bung !! Namun jangan lupa, ada sesuatu yang bisa kita petik, kita ambil ilmunya dari setiap hal yang terjadi di sekitar kita.

Tuhan sering menyindir umatnya dengan kalimat “jika mereka mau berpikir” ato “andai saja mereka mengetahuinya”. Dan sungguh, sindiran Tuhan itu memang nyata terjadi pada diri kita. Acap kita melupakan bahwa segala sesuatu yang diciptakan Tuhan tidaklah sia-sia, termasuk juga fenomena alam berupa tsunami tersebut. Dia maha kuat sedangkan manusia adalah lemah dan kecil dihadapan-Nya, Dia sudah sangat teramat sering sekali mengingatkan umat-Nya, namun apadaya kita dengan mudah melalaikannya.

Tsunami besar mungkin tidak akan menimpa diri kita, tapi apa kita bisa menjamin tsunami-tsunami kecil tidak akan terjadi pada diri kita ?? Akhir taun lebih bijak digunakan utk merenung kedalam. Meminjam kalimatnya Cak Nun …“duduk bersandar, ato membaringkan badan…. menata hati, menemukan kesalahan-kesalahan utk tidak kita ulangi lagi. serta meneguhkan kebenaran-kebenaran untuk kita perjuangkan kembali”

Selamat Tahun Baru 1430 H dan Tahun Baru 2009 Tuhan memberkati


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive