Efek Kakus

3 Feb 2009

Bila suatu ketika anda merasa ingin buang air besar (besar…? air bah kaleee) dan ditempat itu yang ada hanya sebuah kakus ato wc kotor nan bau, maka dengan terpaksa (padahal dengan suka rela :D ) anda akan tetap masuk dan buang hajat disitu. Jorok, jijik dan bau yang gak ketulungan akan anda rasakan untuk detik-detik ato menit-menit pertama, setelah beberapa lama kemudian anda akan mulai terkondisi dengan keadaan seperti itu, mulai bisa menyesuaikan diri. Inilah kira-kira gambaran efek kakus.

Dalam keseharian, efek kakus banyak terjadi di sekitar kita baik yang itu kita sadari betul ataupun yang tidak kita sadari. Tahun 80 - 90an, jika ada kasus anak gadis hamil diluar nikah maka hal tersebut akan menimbulkan kegemparan di keluarga yang bersangkutan maupun pada masyarakat sekitarnya. Namun mulai tahun 2000an, kasus anak gadis hamil diluar nikah sudah menjadi hal yang biasa aja. Hal ini terjadi karena semakin banyak terjadi kasus yang demikian sehingga masyarakat kita sudah mulai bisa “menerima”.

Sekitar tahun 2000an, kita sempat digemparkan oleh kasus video porno lokal “Bandung Lautan Asmara”. Kehebohan luar biasa terjadi pada saat itu, namun sekarang ?? Sekarang video porno lokal buatan anak bangsa dengan sangat mudah kita jumpai, baik itu “pemeran utamanya” yang anak SMP, SMA, Mahasiswa sampai orang dewasa bahkan dari kalangan pejabatpun ada.

Lambat laun kita sudah mulai bisa menyesuaikan diri terhadap “bau kakus” yang terjadi disekitar kita. Efeknya hanya kita rasakan pada saat awal-awalnya saja, setelah lama berada di dalam “kakus” maka kita akan mulai bisa menerimanya.

Begitu pula dengan tampilan Blogdetik yang baru ini… awalnya saya sempet bingung tapi lama kelamaan terbiasa juga, orang jawa bilang “pakulinan” :D


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive